
Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat portofolio pembiayaan griya mencapai Rp60 triliun hingga Maret 2026.
Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah berbasis syariah di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat.
BSI menyebut pembiayaan griya masih menjadi salah satu segmen unggulan dalam pengembangan bisnis perbankan syariah perusahaan.
Selain kebutuhan rumah tinggal, permintaan pembiayaan juga datang dari masyarakat yang mencari skema pembiayaan dengan prinsip syariah dan cicilan yang lebih stabil.
Pengamat perbankan menilai pertumbuhan pembiayaan properti syariah menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah.
Di sisi lain, sektor properti dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan hunian masyarakat perkotaan dan generasi muda.
BSI juga disebut terus memperluas layanan digital guna mempermudah proses pengajuan pembiayaan dan meningkatkan pengalaman nasabah.
Meski pasar properti menghadapi tantangan dari suku bunga dan kondisi ekonomi global, permintaan rumah di Indonesia dinilai tetap cukup kuat dalam jangka panjang.
Pengamat ekonomi menilai pembiayaan griya memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor properti sekaligus mendukung aktivitas ekonomi domestik.
Dengan portofolio yang terus tumbuh, BSI berharap dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri perbankan syariah nasional.