PT Pos Indonesia melaporkan adanya koreksi pembukuan senilai Rp9 triliun yang mencakup periode laporan keuangan 2023 hingga 2025. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses transformasi perusahaan untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperkuat fondasi keuangan jangka panjang.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penyesuaian pembukuan dilakukan sebagai bagian dari proses pembersihan laporan keuangan agar kondisi perusahaan dapat tergambar secara lebih akurat.
Menurut Dony, transformasi yang dijalankan di lingkungan BUMN tidak boleh bersifat sementara atau sekadar mempercantik laporan keuangan. Seluruh proses diarahkan untuk membangun perusahaan yang lebih sehat, transparan, dan mampu bersaing dalam jangka panjang.
Untuk mempercepat proses tersebut, Dony melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia Iskandar Kunaefi. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis guna mempercepat transformasi perusahaan, mulai dari pembenahan tata kelola, perbaikan kondisi keuangan, hingga penyusunan model bisnis yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah menilai pembenahan harus menyentuh akar persoalan perusahaan. Oleh karena itu, restrukturisasi tidak hanya difokuskan pada aspek administrasi, tetapi juga mencakup efisiensi operasional dan penguatan strategi bisnis agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Salah satu langkah utama yang menjadi perhatian adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya operasional, serta optimalisasi model bisnis melalui kolaborasi antarbadan usaha dalam ekosistem BUMN. Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan beban utang sekaligus meningkatkan efisiensi perusahaan.
Dony juga menekankan pentingnya setiap program transformasi memiliki target yang jelas dan dapat diukur. Menurutnya, keberhasilan pembenahan harus dinilai berdasarkan peningkatan kinerja bisnis inti, penurunan biaya operasional, serta pencapaian hasil yang terukur sesuai jadwal pelaksanaan.
Melalui transformasi yang komprehensif, BP BUMN bersama Danantara berharap Pos Indonesia mampu memperkuat fundamental usahanya, memulihkan kesehatan keuangan perusahaan, serta meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri logistik dan jasa pengiriman. Upaya tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
