Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang mencapai 82,4 persen menjadi indikator bahwa pendekatan humanis aparat kepolisian semakin dirasakan masyarakat, termasuk kalangan pekerja. Pernyataan itu disampaikan merespons hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan peningkatan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Menurut Andi Gani, hubungan antara Polri dan organisasi buruh selama beberapa tahun terakhir semakin baik melalui komunikasi yang lebih terbuka dalam menangani persoalan ketenagakerjaan. Ia menilai pendekatan dialogis yang dikedepankan aparat kepolisian membantu menciptakan penyelesaian konflik hubungan industrial secara lebih kondusif tanpa mengesampingkan hak-hak pekerja.
Ia berharap Polri terus mempertahankan pola kerja yang mengedepankan perlindungan masyarakat sekaligus menjadi mitra bagi kalangan buruh. Menurutnya, keberadaan aparat keamanan yang dekat dengan pekerja akan memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas industri maupun ketika menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum. Pendekatan tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.
Survei Litbang Kompas yang menjadi dasar pernyataan tersebut dilakukan pada 9–18 April 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi. Hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Selain itu, citra positif institusi kepolisian juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penilaian terhadap profesionalitas pelayanan mengalami perbaikan.
KSPSI menilai peningkatan kepercayaan publik tersebut harus menjadi motivasi bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat. Organisasi buruh juga menyatakan siap melanjutkan sinergi dengan kepolisian dalam menjaga stabilitas hubungan industrial, keamanan dunia kerja, serta menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan iklim ketenagakerjaan nasional tetap kondusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
