Pemerintah mulai menyusun kajian awal mengenai rencana perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh dari Bandung menuju Surabaya. Kajian tersebut masih berada pada tahap awal dan difokuskan untuk memetakan alternatif jalur yang paling memungkinkan sebelum memasuki studi kelayakan yang lebih mendalam.
Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Djoko Hartoyo, mengatakan pemerintah telah menyiapkan analisis pendahuluan sebagai dasar penyusunan kajian lanjutan. Salah satu fokus pembahasan adalah membandingkan sejumlah opsi trase yang berpotensi digunakan dalam pengembangan jaringan kereta cepat menuju Jawa Timur.
Menurut Djoko, hasil kajian awal tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan arah pengembangan proyek sekaligus memilih jalur yang dinilai paling efektif dari sisi teknis maupun pembangunan infrastruktur.
Meski demikian, pemerintah belum mengambil keputusan terkait trase yang akan dipilih karena seluruh alternatif masih berada dalam tahap evaluasi. Kajian lanjutan nantinya akan memperhitungkan berbagai aspek, termasuk konektivitas, kebutuhan transportasi, hingga efisiensi investasi.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa rencana perpanjangan Kereta Cepat Whoosh belum dapat diputuskan sebelum proses restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) selesai. Evaluasi terhadap kondisi finansial proyek akan menjadi dasar utama dalam menentukan kelayakan ekspansi jaringan ke wilayah timur Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menjelaskan bahwa hasil restrukturisasi keuangan akan digunakan pemerintah untuk menilai kesiapan proyek apabila jalur diperpanjang hingga Surabaya, bahkan berpotensi diteruskan ke Banyuwangi pada tahap berikutnya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga menjabat Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan proyek dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek pembiayaan dan manfaat jangka panjang.
Sebelumnya, AHY menyampaikan bahwa pembahasan mengenai pengembangan jaringan kereta cepat menuju Jawa Timur tetap berjalan secara paralel meskipun restrukturisasi keuangan operator, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), masih berlangsung.
Apabila seluruh tahapan kajian dan evaluasi dapat diselesaikan sesuai rencana, proyek perpanjangan Kereta Cepat Whoosh diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Pulau Jawa.
