Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatera Barat, resmi mengoperasionalkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya memperkuat respons darurat terhadap bencana. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat koordinasi, pelaksanaan asesmen awal, hingga proses evakuasi ketika terjadi keadaan darurat di wilayah rawan bencana.
Kesiapan operasional tim tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, dalam kegiatan yang berlangsung di Batusangkar pada Rabu. Menurutnya, sinergi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat tanpa terhambat proses administratif.
Abdurrahman menegaskan bahwa setiap instansi harus mampu mengesampingkan sekat birokrasi ketika menghadapi situasi darurat. Meski demikian, seluruh proses penanganan tetap harus mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku agar setiap langkah berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan.
Ia menjelaskan bahwa Tanah Datar merupakan salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana yang beragam. Ancaman tersebut meliputi erupsi gunung api, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran hutan, hingga cuaca ekstrem. Kondisi geografis tersebut menuntut kesiapan personel di setiap OPD untuk dapat bergerak cepat ketika terjadi bencana.
Sebelum mulai menjalankan tugas, seluruh anggota TRC dari masing-masing perangkat daerah telah mengikuti pelatihan teknis penanggulangan kedaruratan. Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam melakukan penilaian awal terhadap dampak bencana, mengevakuasi korban, serta melaksanakan penanganan teknis sesuai dengan fungsi instansi masing-masing.
Melalui pembentukan tim lintas sektor ini, pemerintah daerah berharap koordinasi antarinstansi menjadi lebih solid sehingga proses penanganan darurat dapat berlangsung secara terpadu sejak tahap awal hingga pemulihan. Integrasi tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan akibat bencana.
Pemkab Tanah Datar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, seiring meningkatnya kebutuhan akan respons yang efektif di wilayah yang memiliki potensi bencana tinggi.
