
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa Sekolah Rakyat agar memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin sehingga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memperoleh pekerjaan yang layak setelah lulus.
Pesan tersebut disampaikan Wamensos saat berdialog dengan 262 siswa Sekolah Rakyat Kota Semarang, Jawa Tengah, yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (17/7). Menurut Agus Jabo, pemerintah berkomitmen mendampingi lulusan Sekolah Rakyat dalam menempuh pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menjelaskan Presiden Prabowo berharap seluruh siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta tidak merasa kalah bersaing dengan generasi muda dari negara lain. Selain itu, para siswa juga didorong untuk terus meningkatkan kemampuan akademik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Namun, Agus Jabo menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan. Karakter, kedisiplinan, semangat nasionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama juga menjadi nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini kepada seluruh peserta didik.
Menurutnya, pembentukan karakter yang kuat akan membantu siswa menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus menjadi fondasi dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan kepribadian anak.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga berupaya meningkatkan keterampilan para siswa agar memiliki daya saing setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Dukungan tersebut diberikan melalui jalur akademik maupun pengembangan kompetensi nonakademik sehingga lulusan memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja.
Agus Jabo menambahkan bahwa Sekolah Rakyat diharapkan menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain memperoleh akses pendidikan, para siswa juga diharapkan mendapatkan lingkungan yang aman, dukungan sosial, serta kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Salah satu siswa, Abi Alfian (16), mengaku bersyukur dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Putra seorang buruh pabrik kopi itu mengatakan program tersebut meringankan beban ekonomi keluarganya sekaligus memberinya kesempatan untuk terus belajar.
MPLS Sekolah Rakyat Kota Semarang telah berlangsung sejak 13 Juli 2026 dan diikuti 262 peserta didik, terdiri atas 87 siswa SD, 88 siswa SMP, dan 87 siswa SMA.
