Program Biosolar B50 dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya domestik disebut berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak serta perubahan kondisi pasar energi global.
Pengamat ketahanan energi Feiral Rizky Batubara mengatakan B50 tidak semata-mata merupakan kebijakan substitusi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, program tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energi menggunakan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
Ketahanan energi juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor transportasi nasional. Ketersediaan energi yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung sistem transportasi yang tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Momentum Hari Perhubungan Nasional yang diperingati setiap 17 September dinilai dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat keterkaitan antara sektor energi dan transportasi. Salah satunya melalui pemanfaatan sumber energi domestik untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar transportasi.
Feiral menjelaskan penggunaan sumber energi dalam negeri berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap minyak yang pasokannya dipengaruhi dinamika pasar global. Semakin besar porsi kebutuhan energi yang dapat dipenuhi dari dalam negeri, semakin kecil pula paparan terhadap perubahan eksternal.
Sektor transportasi menjadi salah satu konsumen utama energi fosil di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Feiral, sektor tersebut menggunakan sekitar 50 hingga 91 persen dari total konsumsi energi fosil nasional, sehingga kebijakan bahan bakar untuk transportasi memiliki kaitan langsung dengan ketahanan energi.
Dalam konteks tersebut, program B50 dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan kebijakan energi domestik dengan kebutuhan transportasi. Pemanfaatan biodiesel juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan penggunaan sumber daya yang tersedia di Indonesia.
Feiral menyebut momentum Hari Perhubungan Nasional dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perhatian terhadap kebijakan energi transportasi, termasuk implementasi B50. Pertamina sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di sektor energi juga memiliki peran dalam mendukung penyediaan energi bagi kebutuhan nasional.
Menurutnya, peningkatan kemampuan memenuhi kebutuhan energi dari sumber domestik dapat memperkuat daya tahan ekonomi nasional ketika menghadapi tekanan dari luar. Kebijakan energi dan transportasi pun perlu berjalan secara selaras agar ketahanan energi dapat mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan tingginya konsumsi BBM di sektor transportasi, pengembangan sumber energi alternatif berbasis domestik menjadi salah satu bagian dari pembahasan mengenai masa depan ketahanan energi Indonesia.
Arief Nugroho adalah jurnalis dan kontributor di Warta Independen yang meliput berita nasional, politik, dan isu sosial. Ia fokus menghadirkan informasi yang faktual, berimbang, dan mudah dipahami.
