Delegasi Kuba Tinggalkan Sidang PBB Saat Trump Berpidato

Delegasi Kuba meninggalkan ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato pada Sidang ke-81 UNGA, Selasa, 22 September 2026. Aksi tersebut terjadi setelah Trump menyebut Kuba sebagai “negara gagal” dan menyampaikan kritik terhadap pemerintahan negara tersebut.

Dalam pidatonya, Trump mengatakan pemerintah AS sedang mendorong perubahan mendasar terhadap situasi politik di Kuba. Ia juga menyatakan bahwa pemerintahan Kuba berada di bawah tekanan yang menurutnya belum pernah terjadi sebelumnya.

Trump turut menyampaikan tuduhan mengenai hubungan pemerintah Kuba dengan sejumlah kelompok yang disebutnya subversif dan radikal. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari kritik Washington terhadap sistem politik Kuba dan kebijakan pemerintah negara itu.

Saat Trump membahas Kuba, sejumlah anggota delegasi Kuba terlihat berdiri dan keluar dari ruang sidang. Reuters melaporkan aksi tersebut berlangsung setelah Trump menyebut Kuba sebagai failed state dan mengatakan negara tersebut akan mengalami perubahan.

Trump juga menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam konteks komunikasi dengan pihak Kuba. Laporan Reuters menyebut Rubio terlibat dalam pembicaraan dengan Kuba, sementara Trump mengatakan pemerintahannya menginginkan perubahan mendasar di negara tersebut.

Ketegangan antara Washington dan Havana kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintahan Trump telah memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba, termasuk pemberlakuan sanksi baru yang menargetkan sejumlah individu dan entitas yang terkait dengan perekonomian negara tersebut.

Tekanan terhadap Kuba juga berlangsung di tengah persoalan ekonomi dan energi yang dihadapi negara tersebut. Associated Press melaporkan Kuba mengalami serangkaian pemadaman listrik besar pada 2026, sementara keterbatasan bahan bakar dan suku cadang turut memperburuk kondisi jaringan listrik.

Aksi delegasi Kuba tersebut menjadi salah satu momen yang menonjol dalam pidato Trump di UNGA tahun ini. Sidang Majelis Umum PBB mempertemukan para pemimpin dan delegasi negara anggota untuk membahas berbagai persoalan internasional, termasuk keamanan, ekonomi, pembangunan, dan hubungan antarnegara.

Peristiwa tersebut juga mencerminkan masih berlangsungnya ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kuba, yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan kembali menjadi perhatian dalam agenda internasional.

Website |  + posts

Intan Permata adalah kontributor di Warta Independen yang fokus pada berita hiburan, gaya hidup, dan isu sosial. Ia menghadirkan konten yang informatif, ringan, dan mudah dipahami oleh pembaca.