Iran Ancam Serang Pangkalan AS jika Diserang Lagi

Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan militer baru terhadap wilayahnya akan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan dan kepentingan AS di kawasan. Peringatan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, pada Minggu.

Dalam pernyataannya yang disiarkan media Iran, Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa apabila Washington kembali melakukan serangan, seluruh pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan akan menjadi sasaran serangan yang disebut berkelanjutan dan menyakitkan. Komando tersebut juga memperingatkan negara-negara regional yang membantu operasi militer AS.

Pihak Iran menyatakan telah memperoleh informasi bahwa Amerika Serikat, dengan dukungan sejumlah negara di Timur Tengah, sedang mempersiapkan kemungkinan tindakan militer baru terhadap Teheran. Namun, pihak Iran tidak membeberkan rincian mengenai informasi tersebut maupun bukti yang mendasarinya.

Peringatan itu muncul ketika ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat. Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan sejumlah pilihan terkait konflik Iran, sekaligus menyatakan masih terbuka terhadap kemungkinan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Majelis Umum PBB.

Di sisi lain, Iran juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak memberikan dukungan terhadap operasi militer AS. Komando Khatam al-Anbiya menyatakan negara yang terlibat dalam tindakan tersebut dapat dipandang sebagai pihak dalam konflik.

Ketegangan juga berkaitan dengan kondisi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik utama dalam konflik. Iran pada Senin menyatakan belum akan membuka kembali jalur tersebut atau kembali ke kerangka perundingan sebelumnya dengan AS sebelum sejumlah tuntutannya dipenuhi.

Situasi tersebut berlangsung setelah konflik AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari mengalami sejumlah fase serangan dan upaya diplomasi. Pada Juni, kedua pihak sempat mencapai kesepakatan penghentian permusuhan, tetapi ketegangan kembali meningkat setelahnya.

Amerika Serikat juga meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui langkah ekonomi dan militer. Sementara itu, sejumlah negara terus mendorong jalur diplomasi untuk mencegah konflik meluas dan menjaga keamanan jalur perdagangan energi di kawasan.

Website |  + posts

Citra Anggraini adalah penulis dan editor di Warta Independen yang fokus pada gaya hidup, budaya, dan tren digital. Ia berkomitmen menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan relevan bagi pembaca modern.