Iran dan Oman Capai Kesepahaman Soal Pelayaran Selat Hormuz

Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Oman terkait pengaturan pelayaran yang aman di Selat Hormuz setelah melalui serangkaian dialog bilateral. Kedua negara kini menyusun pernyataan bersama yang akan menjadi dasar implementasi hasil pembahasan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan proses penyusunan dokumen bersama masih berlangsung dan sedang ditelaah oleh kedua pihak. Menurutnya, penyelesaian dokumen itu diharapkan berjalan tanpa campur tangan pihak luar.

Baqaei menjelaskan bahwa Iran dan Oman, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz, telah menyepakati koordinat geografis yang akan digunakan sebagai rute pelayaran di jalur laut strategis tersebut. Kesepahaman itu merupakan hasil pembicaraan intensif yang berlangsung selama sekitar dua bulan.

Selama proses negosiasi, otoritas Iran melakukan kajian terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan usulan tersebut, mulai dari pertimbangan teknis, hukum, keamanan, hingga dampak lingkungan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pengaturan pelayaran dapat diterapkan secara aman dan sesuai kepentingan kedua negara.

Meski demikian, Baqaei menegaskan bahwa kesepakatan bilateral antara Teheran dan Muscat tidak dapat menjadi satu-satunya jaminan bagi keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, stabilitas kawasan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor keamanan regional, termasuk keberadaan kekuatan militer asing di wilayah tersebut.

Ia juga kembali mengkritik kebijakan Amerika Serikat dan menuduh tindakan Washington, bersama Israel, menjadi penyebab meningkatnya ketegangan yang berdampak pada situasi di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut mencerminkan posisi resmi Iran terhadap perkembangan keamanan di kawasan Teluk.

Dalam kesempatan yang sama, Baqaei membantah laporan yang menyebut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf akan melakukan kunjungan tertentu. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Sementara itu, Iran menyatakan tetap menjalin komunikasi intensif dengan Pakistan dan Qatar yang terus melakukan upaya diplomatik untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan. Menurut Baqaei, pembahasan dengan kedua negara tersebut masih berlangsung guna memantau perkembangan situasi regional.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Karena itu, setiap perkembangan terkait keamanan di wilayah tersebut mendapat perhatian luas dari komunitas global.

Website |  + posts

Intan Permata adalah kontributor di Warta Independen yang fokus pada berita hiburan, gaya hidup, dan isu sosial. Ia menghadirkan konten yang informatif, ringan, dan mudah dipahami oleh pembaca.