Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau mengonfirmasi gajah binaan bernama Jovi, yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, meninggal dunia pada Senin. Satwa berusia sekitar 46 tahun itu dinyatakan mati setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu bulan akibat komplikasi infeksi pada saluran pencernaan dan pernapasan yang memicu gangguan otot berat atau myopathy.
Pelaksana Harian Kepala BKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan Jovi mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.47 WIB setelah tim dokter hewan berupaya maksimal memberikan penanganan medis sesuai standar pelayanan kesehatan satwa.
Menurut Ujang, kondisi kesehatan Jovi mulai menurun sejak 1 Juli 2026. Saat itu, gajah jantan dewasa tersebut menunjukkan sejumlah gejala seperti kehilangan nafsu makan, tubuh melemah, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, hingga kesulitan berdiri.
Menanggapi kondisi tersebut, tim medis langsung melakukan serangkaian tindakan intensif. Penanganan meliputi pemberian cairan infus selama 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan kondisi klinis dan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.
Koordinator Tim Medis BKSDA Riau Rini Deswita menjelaskan kondisi Jovi memburuk pada Minggu (2/8). Gajah itu mulai menolak makan dan minum sehingga terapi medis semakin ditingkatkan untuk mempertahankan kondisinya.
Pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB, suhu tubuh Jovi meningkat hingga mendekati 40 derajat Celsius. Tim dokter kembali memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral dan rektal, serta berbagai tindakan pendukung lainnya.
Meski telah mendapat penanganan maksimal, kondisi Jovi terus menurun. Sekitar pukul 20.43 WIB, satwa tersebut mengalami tremor hebat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal empat menit kemudian.
Setelah seluruh proses pemeriksaan medis selesai dilakukan, jenazah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku untuk satwa konservasi.
Jovi merupakan gajah jinak jantan yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan mulai bergabung dengan PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi salah satu gajah binaan yang memiliki peran penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau.
Kontribusi Jovi dalam mendukung upaya konservasi menjadikannya salah satu gajah binaan yang memiliki nilai penting bagi BKSDA Riau, khususnya dalam menjaga keseimbangan hubungan antara aktivitas manusia dan habitat satwa liar di kawasan tersebut.
