BPPD NTB Dorong Tiket VIP MotoGP Dibuka untuk Industri Pariwisata

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta akses penjualan tiket kategori VIP MotoGP Mandalika dibuka bagi pelaku industri pariwisata. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pilihan paket wisata yang ditawarkan kepada calon penonton ajang balap internasional tersebut.

Ketua BPPD NTB Sahlan Saleh mengatakan pihaknya bersama pelaku industri pariwisata terus melakukan penjualan tiket MotoGP secara konsisten. Upaya tersebut dilakukan antara lain bersama Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) dan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Menurut Saleh, keterbatasan akses terhadap tiket VIP membuat agen perjalanan belum leluasa menyusun paket wisata yang menggabungkan tiket balapan dengan akomodasi, transportasi, serta kunjungan ke berbagai destinasi wisata di NTB.

Saat ini, tiket yang dapat dipasarkan melalui industri pariwisata sebagian besar berasal dari kategori Premium Grandstand dan Regular Grandstand. BPPD berharap pelaku usaha juga mendapatkan akses terhadap kategori tiket yang lebih tinggi.

Dengan pilihan tiket yang lebih beragam, agen perjalanan dinilai dapat menyusun paket wisata sesuai kebutuhan dan daya beli wisatawan. Paket tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan tiket, tetapi juga memperbesar dampak ekonomi MotoGP bagi sektor pariwisata dan masyarakat lokal.

“BPPD NTB berharap akses terhadap tiket kategori yang lebih tinggi dapat diberikan kepada industri, sehingga pelaku usaha pariwisata memiliki lebih banyak pilihan untuk menawarkan paket kepada calon penonton MotoGP,” ujar Saleh di Mataram, Jumat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan penjualan tiket MotoGP yang telah mencapai 49,5 persen perlu diikuti peningkatan pemesanan akomodasi. Berdasarkan data pemesanan melalui Online Travel Agent (OTA), tingkat keterisian akomodasi di kawasan utama Mandalika sudah mencapai sekitar 85 persen.

Namun, kondisi berbeda terlihat di wilayah Mataram. Tingkat keterisian hotel di daerah tersebut masih berada pada kisaran 40–50 persen.

Aulia juga mengingatkan pengusaha akomodasi agar menjaga kewajaran tarif selama periode penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Kenaikan harga yang terlalu tinggi dikhawatirkan membuat wisatawan memilih penginapan alternatif di luar NTB.

Menurutnya, keseimbangan antara permintaan wisatawan dan harga akomodasi penting agar momentum MotoGP memberikan manfaat ekonomi maksimal tanpa mengurangi minat kunjungan.

Website |  + posts

Intan Permata adalah kontributor di Warta Independen yang fokus pada berita hiburan, gaya hidup, dan isu sosial. Ia menghadirkan konten yang informatif, ringan, dan mudah dipahami oleh pembaca.