INDEF: Merah Putih Bond Berpotensi Perkuat Pendalaman Pasar Keuangan

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman menilai kehadiran Merah Putih Bond memiliki peluang besar untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia apabila mampu menghadirkan sumber pembiayaan jangka panjang di luar instrumen yang selama ini mendominasi.

Menurut Rizal, instrumen tersebut dapat memperluas alternatif pendanaan selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kredit perbankan, maupun Surat Berharga Negara (SBN). Dengan demikian, proyek-proyek strategis dan produktif berpeluang memperoleh akses pembiayaan yang lebih beragam.

Ia menjelaskan Merah Putih Bond berpotensi menarik minat berbagai kelompok investor, mulai dari dana pensiun, perusahaan asuransi, investor institusi, hingga masyarakat. Jika dikelola secara optimal, instrumen tersebut dapat memperkuat kapasitas pembiayaan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana jangka pendek maupun pembiayaan dari luar negeri.

Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa keberhasilan pendalaman pasar keuangan tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun. Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah kemampuan instrumen tersebut memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas di pasar sekunder, menekan biaya modal, serta benar-benar mendorong pembiayaan sektor produktif.

Ia menilai manfaat tersebut hanya dapat tercapai apabila proyek yang menjadi dasar penerbitan obligasi memiliki prospek yang jelas, arus kas yang kuat, dan tata kelola yang transparan. Tanpa faktor-faktor tersebut, Merah Putih Bond berisiko hanya mengalihkan dana dari instrumen investasi lain seperti SBN atau obligasi korporasi, sehingga tidak memberikan dampak nyata terhadap pendalaman pasar keuangan.

Rizal juga menyoroti pentingnya pemberian insentif yang tepat untuk meningkatkan daya tarik instrumen tersebut. Bentuk dukungan yang dinilai relevan antara lain tarif pajak kupon yang kompetitif, keberadaan market maker, perlakuan prudensial yang proporsional bagi investor institusi, serta penerapan standar transparansi dan pelaporan proyek yang ketat.

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak memberikan jaminan tersembunyi atau menciptakan perlakuan istimewa yang berlebihan, termasuk mendorong BUMN membeli instrumen tersebut secara paksa. Langkah semacam itu dinilai dapat memicu moral hazard dan menambah potensi kewajiban fiskal di masa depan.

Menurut Rizal, keberhasilan Merah Putih Bond pada akhirnya akan sangat bergantung pada kualitas proyek yang dibiayai, kredibilitas penerbit, kejelasan struktur risiko, serta tingkat imbal hasil yang kompetitif sesuai mekanisme pasar.

Website |  + posts

Reza Hidayat adalah penulis dan kontributor di Warta Independen yang meliput berita teknologi, bisnis, dan perkembangan digital. Ia fokus menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca.